Menari untuk Kesehatan? Kenapa Tidak?

Ada banyak cara mengembangkan bakat kita. Bisa dengan les musik, bimbingan belajar atau yang berhubungan dengan olah raga. Bisa juga mengembangkan minat dan bakat diri kita dengan kesenian lainnya. Menari misalnya, tidak hanya bisa memperhalus gerak tubuh kita. Tapi juga bisa membangkitkan rasa percaya diri, melatih motorik dan tentu saja menambah teman. Banyak bertebaran les-les balet, salsa, atau atau piano atau olah vocal anak di Sumatera Utara ini khususnya Medan. Juga tersedia fitness dan body language. Tapi tahukah kamu bahwa tari-tarian daerah kita sendirilah yang ternyata lebih mampu mengasah keterampilan gerak tubuh kita. Tidak percaya? Balet membutuhkan kelenturan dan lemah gemulai. Tari-tarian jawa kita juga membutuhkan kelenturan dan kegemulaian kita sebagai penari. Atau mau hentakan keras dan bergoyang sepuas hati seperti salsa? Tarian melayu atau Padang juga membutuhkan hentakan keras, ketegassan sekaligus keanggunan dalam membawakan tarian itu.

Maka tak salah lagi jika kita memilih tari-tarian sebagai salah satu wadah ekspresi kita. Dengan menari kita bisa mendapatkan keuntungan sekaligus. Sehat, dan juga memiliki kemampuan baru yang jarang dipunyai orang banyak.

Menari kan untuk cewek? Ah, ketinggalan jaman sekarang ini bila mengindentikkan menari dengan kefeminiman. Aku mengenal beberapa penari cowok muda yang berbakat. Mereka menari dengan tegas, gagah dan lentur. Tubuh mereka tidak melambai seperti yang diperlihatkan oleh Didi Ninik Thowok (penari nasional kita) atau Aming yang identik dengan kebanci-bancian. Mereka tetap lelaki biasa. Hanya saja hobi mereka menari.

Di Balai Kesenian Bina Budaya yang berlokasi di depan Hotel Grand Angkasa ada begitu banyak sanggar kreatifitas. Ada olah vocal, musik, teater, seni rupa dan tentu saja topikku ini, sanggar tari. Mari melongok sejenak ke salah satu sanggarnya, Elcis Production atau Lak-Lak. Setiap senin dan jumat pukul 16.00 WIB session tariannya. Focus utamanya adalah tarian nasional kita. Tapi juga mempelajari tari-tarian luar sebagai pelengkapnya. Lak-lak mewajibkan setiap muridnya mampu menguasai sembilan dasar tari melayu sebagai syarat kenaikan tingkatnya. Siapa yang mampu akan diberi sertifikat dan akan mempelajari tarian yang pasti tingkat kesulitannya semakin tinggi. Ujian dilakukan 2 (dua) kali setahun. Ini. Murid-muridnya terdiri dari beberapa genre. Ada anak kecil, remaja dan ada juga yang sudah bekerja. Perempuan dan laki-laki. Semua dibina sesuai umurnya dan tetap harus melewati proses yang sama. Jadi, jangan heran jika kamu melihat anak yang berumur 12 tahun lebih menguasai satu tarian disbanding seorang mahasiswi. Karena bukan umur yang menentukan kemahiran seorang penari, tetapi daya tangkap dan waktu. Kesabaran juga dibutuhkan dalam menguasai tarian. Tetapi dengan keuletan dan kerajinan, manfaat menari akan didapatkan. Karena di Lak-lak sebelum memulai latihan, diharuskan melakukan pemanasan terlebih dahulu. Jangan salah, pemanasan yang dilakukan benar-benar olahraga lengkap. Ditambah dengan sedikit yoga dan sesekali meditasi agar tubuh tidak tegang dan rileks.

Jadi, jangan merasa malu bila memang kamu mempunyai minat atau bahkan bakat menari. Usia kini bukan menjadi penghalang untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan, kok. Oke, ya!? Selamat menari.

Deen.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s